Kamis, 10 Januari 2019

Hipotermia

Kunjungi Website Unissula

Mengatasi Hipotermia (Kedinginan) Agar Tak Berakibat Fatal

Hipotermia adalah penurunan suhu badan secara drastis, hingga di bawah 35º Celcius (suhu tubuh normal berkisar di angka 37º Celcius). Artinya, Anda kehilangan panas tubuh lebih cepat daripada saat tubuh menghasilkannya. Penyebab paling umum dari hipotermia adalah paparan kondisi cuaca dingin yang berkepanjangan — risiko ini terutama lebih besar di musim dingin.

Kapan seseorang berisiko hipotermia?

Indonesia tidak memiliki musim dingin, tapi Anda tetap dapat berisiko mengalami hipotermia dari berada di luar ruangan saat cuaca dingin dalam waktu lama (seperti saat mendaki atau berenang), berada dalam ruangan yang memiliki sistem ventilasi buruk, atau tenggelam. Pada dasarnya, kontak yang terlalu lama terhadap lingkungan bersuhu lebih dingin daripada suhu tubuh dapat menyebabkan hipotermia jika Anda tidak berpakaian dengan tepat atau tidak dapat mengontrol kondisinya. Orang yang tidak mampu banyak bergerak untuk menghasilkan panas, seperti orang tua, bayi, atau orang dewasa yang sedang sakit, juga berada pada risiko tertentu untuk mengalami hipotermia.
Jika tidak ditangani secepatnya, hipotermia bisa mengancam nyawa. Hipotermia harus diperlakukan sebagai gawat darurat medis.

Tanda dan gejala hipotermia

Tanda-tanda hipotermia bervariasi tergantung pada seberapa rendah suhu seseorang telah menurun. Tubuh menggigil mungkin adalah gejala pertama yang Anda perhatikan saat suhu mulai turun karena menggigil adalah pertahanan otomatis tubuh Anda untuk melawan suhu dingin — upaya untuk menghangatkan diri. Pada awalnya, menggigil biasanya diikuti dengan kelelahan, sedikit kebingungan, kurang koordinasi, bicara menyeret, napas cepat, dan kulit dingin atau pucat.
Semakin suhu menurun, menggigil menjadi lebih ganas, meski akan berhenti sepenuhnya jika hipotermia makin memburuk. Semakin lama, denyut nadi cenderung melemah dan napas juga mulai makin lembat dan pendek-pendek. Anda mungkin mengigau dan berjuang untuk bernapas atau bergerak, kemudian lama-kelamaan hilang kesadaran. Dalam hipotermia parah, Anda mungkin bisa hilang kesadaran tanpa tanda-tanda pernapasan atau denyut nadi yang jelas.
Seseorang dengan hipotermia biasanya tidak menyadari kondisinya karena gejala kedinginan ekstrim ini sering timbul secara bertahap. Kebingungan yang mungkin ditampilkan orang tersebut juga dapat menyebabkan perilaku berisiko, misalnya justru menolak memakai baju hangat.
Bayi dengan hipotermia mungkin terlihat tanpa masalah; menunjukkan kulit merah cerah namun akan terasa dingin. Mereka juga mungkin tampak lesu, luar biasa tenang, dan menolak untuk makan.

Bagaimana cara mengatasi hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi yang berpotensi mengancam nyawa, sehingga membutuhkan perhatian medis darurat. Hubungi 118/119 atau nomor darurat lokal jika Anda melihat seseorang dengan tanda-tanda hipotermia atau jika Anda mencurigai seseorang mengalami paparan berlebih dan berkepanjangan terhadap cuaca atau air dingin yang tidak terlindungi.
Jika perawatan medis tidak segera tersedia, lakukan hal berikut demi mencegah tubuh korban kehilangan panas lebih lanjut dan juga untuk coba menghangatkannya kembali.
  • Jika keadaan memungkinkan, pindahkan ia ke ruangan kering dan hangat dengan perlahan dan hati-hati. Gerakan spontan dan keras dapat memicu detak jantung tak teratur yang berbahaya.
  • Dengan hati-hati, lepas segala pakaian basah dan keringkan tubuhnya dengan baik. Hangatkan tubuhnya mulai dari dada dan kepalanya terlebih dahulu. Setelahnya lindungi tubuhnya dengan lapisan selimut dan pakaian kering sambil menunggu bantuan medis tiba. Gunakan panas tubuh Anda sendiri jika tidak ada sumber panas lain tersedia.
  • Jika mungkin, tawarkan minuman hangat atau makanan tinggi energi, seperti cokelat, untuk menghangatkan tubuhnya. Hanya lakukan ini jika orang tersebut bisa menelan seperti biasa — minta mereka untuk batuk untuk melihat apakah mereka bisa menelan.
Jika korban tidak sadarkan diri, atau tidak menunjukkan denyut nadi atau tanda-tanda bernapas, hubungi bantuan darurat segera. CPR (resusitasi jantung paru) harus diberikan sesegera mungkin — jika Anda tahu caranya — saat denyut tidak dapat dirasakan dan tidak ada tanda-tanda pernapasan. Cek dan ricek denyut nadi selama satu menit penuh sebelum memulai CPR, karena jantung mungkin berdenyut sangat lambat dan Anda tidak harus mulai CPR jika ada detak jantung. CPR harus dilanjutkan tanpa istirahat, dengan tidak adanya tanda-tanda bernapas atau denyut jantung, sampai paramedis tiba atau orang tersebut dibawa ke rumah sakit.
Sangat penting untuk menangani orang dengan hipotermia lembut dan hati-hati. Setelah suhu tubuh mulai naik, jaga tubuh orang tersebut tetap kering dan terbungkus dengan selimut hangat. Lindungi kepala dan lehernya juga. Di rumah sakit, penyedia layanan kesehatan akan terus pemanasan upaya, termasuk memberikan cairan infus hangat dan oksigen lembab.

Yang harus dihindari saat mengatasi hipotermia

Ada hal-hal tertentu yang tidak boleh dilakukan ketika membantu seseorang yang alami hipotermia karena bertindak sembrono dapat memperburuk kondisi, seperti:
  • Jangan menghangatkan tubuh mulai dari tangan dan kakinya. Menghangatkan ujung-ujung tungkai tangan dan kaki sebagai tindakan pertama bisa sebabkan syok
  • Jangan juga memijat kaki dan tangannya
  • Jangan merendam tubuhnya dalam air hangat/panas
  • Jangan berikan alkohol atau minuman berkafein
  • Jangan gunakan lampu pemanas untuk menghangatkan tubuhnya
  • Jangan berikan minuman atau makanan untuk dikonsumsi jika orang tersebut tidak sadarkan diri
  • Jika tak ada sumber panas yang tersedia, koyo atau kompres panas bisa ditempelkan di dada, ketiak, leher, dan pangkal paha; namun ini dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.
Mencoba untuk menghangatkan tubuh yang sedang menderita hipotermia dengan air panas, pijat, kompres hangat, dan lampu panas dapat menyebabkan pembuluh darah di lengan dan kaki membuka terlalu cepat. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah ke organ-organ vital seperti otak, jantung, paru-paru dan ginjal, secara dramatis dan berpotensi menyebabkan serangan jantung dan bahkan kematian.

Bagaimana cara menghindari hipotermia?

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hipotermia. Langkah-langkah sederhana dapat membantu, seperti memakai pakaian hangat yang tepat dalam cuaca dingin dan memastikan bahwa anak-anak terlindungi dengan ketika mereka pergi ke luar.
Kenakan topi atau pelindung lainnya untuk mencegah panas tubuh melarikan diri dari kepala, wajah dan leher. Lindungi tangan Anda dengan sarung tangan tebal. Usahakan agar tubuh tetap selalu kering. Berhati-hatilah untuk menjaga tangan dan kaki tetap kering, karena mudah untuk air dingin untuk masuk ke sarung tangan dan sepatu bot. Lepas pakaian basah sesegera mungkin, misalnya setelah berenang atau kebanjiran.
Jangan minum alkohol jika Anda akan berlama-lama berada di luar ruangan selama cuaca dingin atau sebelum tidur di malam yang dingin. Bila mungkin, awasi tetangga yang sakit dan orang tua untuk memastikan bahwa rumah mereka tetap hangat saat cuaca dingin.

Cara Merawat Gigi

Kunjungi Website Unissula
Cara Merawat Gigi
Biasakanlah untuk menjaga kebersihan gigi dengan rutin menggosoknya tiap hari. Tapi ketahuilah bahwa menggosok gigi secara teratur belum tentu efektif sebagai cara merawat gigi jika tekniknya kurang tepat.
Sudah menyikat gigi dua kali sehari, tapi masalah gigi dan gusi masih sering terjadi? Barangkali cara Anda menyikat gigi masih belum tepat. Berikut ini adalah beberapa poin yang dapat menjadi panduan.
Cara Merawat Gigi yang Baik dan Benar - Alodokter
Jadikan bagian dari rutinitas
Jadikan menggosok gigi sebagai bagian dari rutinitas wajib, setelah makan atau setidaknya pagi dan malam sebelum tidur.
Jangan terlalu sering
Menggosok gigi 2-3 kali sehari sebagai cara merawat gigi adalah jumlah yang ideal. Tetapi menggosok gigi lebih dari 3 kali sehari dapat merusak email gigi dan membahayakan gusi.
Tidak terlalu kuat
Selain terlalu sering, menggosok gigi terlalu kencang juga berisiko merusak gigi dan gusi. Agar dapat mengontrol pergerakan sikat dengan lebih baik, pegang gagang sikat seperti Anda memegang pensil, bukan dengan tangan mengepal.
Tidak buru-buru
Agar penyikatan gigi dapat dilakukan dengan lebih seksama, beri waktu setidaknya 30 detik untuk menyikat tiap sisi deretan gigi: samping kanan, samping kiri, dan bagian depan.
Teknik yang baik
Pegang sikat Anda pada sudut 45 derajat dari gusi dan gerakkan sikat dari kanan ke kiri berulang kali di sepanjang gigi. Sikat permukaan gigi bagian luar dan dalam, serta geraham belakang.
Sikat juga lidah dan sisi dalam pipi
Selain pada permukaan gigi, bakteri juga terdapat pada lidah dan sisi dalam kanan kiri pipi. Sikat juga bagian ini dengan lembut secara teratur untuk mengurangi bau napas tidak sedap. Beberapa merek menyediakan alat khusus untuk membersihkan lidah.
Berkumur
Berkumurlah dengan air bersih tiap setelah selesai menggosok tiap bagian. Mengakhirinya dengan obat kumur antiseptik akan makin menunjang kebersihan mulut dan kesegaran bau napas.
Memilih serta menggunakan pasta gigi dan sikat gigi yang tepat juga menjadi kunci kesehatan gigi dan gusi. Gigi dan gusi yang tidak sehat bisa menjadi faktor pendukung terhadap berkembangnya masalah kesehatan lain, seperti diabetes dan sakit jantung.

Cara Merawat Orang Gila

Kunjungi Website Unissula

Panduan Merawat Pengidap Skizofrenia (Atau yang Sering Dicap “Orang Gila”)

Panduan Merawat Pengidap Skizofrenia (Atau yang Sering Dicap “Orang Gila”)
Skizofrenia adalah istilah yang cukup asing terdengar di telinga orang awam. Pengidap skizofrenia lebih sering disebut “orang gila” karena mereka sering berhalusinasi; jiwanya terganggu, dan sering dianggap sebagai akibat kesurupan, guna-guna, atau kutukan. Karena inilah, banyak orang “gila” yang dipasung dan diasingkan dari masyarakat setelah berbagai macam upaya pengobatan alternatif tidak ada yang berhasil menyadarkannya.
Menurut laporan Human Rights Watch (HRW), ada sekitar 19 ribu orang Indonesia pengidap skizofrenia yang dipasung, meski pemasungan sudah dilarang oleh pemerintah sejak tahun 1977.
Di sisi lain, tak sedikit dari mereka yang cukup “beruntung” untuk tinggal di rumah sakit jiwa atau institusi kesehatan mental lainnya justru menjadi target kekerasan fisik dan seksual dari para oknum petugas, serta dijadikan kelinci percobaan dari berbagai pengobatan “alternatif” meragukan, seperto terapi kejut listrik tanpa bius, racikan obat herbal, hingga kurungan isolasi.
Yang perlu dipahami, kedua praktik ini menyalahi hak asasi manusia dan merupakan metode yang sudah terbukti tidak efektif untuk menangani orang-orang dengan gangguan kejiwaan. Dengan pengobatan yang tepat, banyak orang skizofrenik dapat hidup normal dan produktif serta menemukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan keterampilan mereka, layaknya manusia sehat pada umumnya. Ini terutama dapat dicapai dengan dukungan penuh dan kasih sayang dari orang-orang sekitarnya.

Hidup serumah dengan pengidap skizofrenia, apakah mungkin?

Jawaban pendeknya adalah, ya mungkin saja. Namun demikian, hidup serumah dengan pengidap skizofrenia memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Sejumlah strategi ini dapat membantu Anda membimbing orang yang Anda cintai untuk mencapai pemulihan optimalnya, tanpa harus menyabotase kesejahteraan diri sendiri dan anggota keluarga lainnya.

1. Pelajari soal penyakitnya sebaik mungkin

Skizofrenia adalah gangguan mental yang paling umum ditemukan secara global, ditandai dengan ketidakmampuan membedakan mana yang nyata dan mana yang imajinasi. Gejala skizofrenia biasanya ditunjukkan dengan mendengar suara-suara dari dalam kepala atau melihat sesuatu yang tidak nyata.
Menurut WHO, penyakit skizofrenia diidap oleh lebih dari 21 juta orang dari berbagai belahan dunia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, sekitar 1 dari 1000 orang Indonesia terdiagnosis skizofrenia. Tak banyak yang diketahui soal penyebab penyakit ini, tapi pada umumnya kemunculan gejala dipicu oleh beragam faktor, mulai dari genetik, trauma, hingga penyalahgunaan narkoba.
Belajar tentang skizofrenia, gejala, dan pengobatannya akan memungkinkan Anda untuk membuat keputusan tentang bagaimana cara terbaik untuk mengatasi gejala, memotivasi pasien untuk mengejar strategi self-help, menangani kemunduran, dan bekerja sama menuju pemulihan.

2. Konsultasi dengan komunitas skizofrenia atau lembaga bantuan lokal

Untuk bisa memberikan dukungan dan perawatan yang lebih baik lagi, Anda juga butuh mendapatkan bantuan dari pihak luar. Bertemu dan berdiskusi dengan orang lain yang memahami benar tentang penyakit skizofrenia dan situasi yang sedang Anda hadapi saat ini dapat banyak membantu mengangkat rasa stres dan frustrasi, serta ketakutan.
Komunitas keluarga penderita dan institusi bantuan kesehatan dapat menjadi tempat yang sangat berharga bagi keluarga penderita skizofrenia untuk berbagi pengalaman, saran, dan informasi. Tanyakan dokter atau terapis tentang layanan tangguh dan dukungan lain yang tersedia di daerah Anda, atau hubungi rumah sakit lokal dan klinik kesehatan mental yang terpercaya.
Semakin banyak dukungan yang Anda miliki, akan semakin baik bagi Anda dan jalanya pemulihan pengidap skizofrenia. Tapi penting untuk tetap realistis tentang seberapa banyak atau sampai sejauh mana bantuan yang mampu Anda berikan untuknya. Anda tak dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu di situasi yang penuh tekanan seperti ini, dan Anda tidak akan banyak membantu orang yang dicintai jika Anda kelelahan.

3. Pandu penderita untuk mendapatkan perawatan medis

Banyaknya pengidap skizofrenia yang diasingkan atau bahkan dipasung adalah karena adanya anggapan bahwa skizofrenia itu berbahaya. Padahal, berkebalikan dari anggapan bahwa orang gila selalu “gila”, gejala skizofrenia tidak selalu hadir setiap saat dan bisa saja hanya akan muncul jika terpicu oleh satu dan lain hal. Ini artinya, akan ada masa-masa di mana pasien bisa berinteraksi seperti orang normal pada umumnya.
Seseorang dengan skizofrenia sering tidak menyadari bahwa mereka tidak sehat, sampai mereka mendapatkan perawatan. Memotivasinya untuk mendapatkan bantuan medis guna mengelola gejala adalah landasan perawatan yang baik untuk orang dengan skizofrenia. Sebuah studi menunjukkan bahwa pasien skizofrenik yang mendapatkan dukungan dan pengobatan medis memadai tidak akan berbahaya, kecuali jika pasien dibatasi akses kesehatannya atau justru ditelantarkan.
Skizofrenia tidak dapat disembuhkan, namun beberapa gejalanya dapat ditangani dengan kombinasi obat-obatan resep dan terapi kognitif dan perilaku. Dan semua ini akan lebih berdampak maksimal jika dilakukan sedini mungkin. Tapi memang kadang, ketakutan akan stigma “orang gila” membuatnya enggan untuk berobat. Anda dapat membuat dokter kurang mengancam dengan menyarankan kunjungan untuk menangani gejala tertentu seperti insomnia atau kekurangan energi.

4. Selalu dampingi penderita

Penting untuk memastikan bahwa ia tetap di jalur pemulihan yang benar, sekalipun sudah keluar dari rawat inap. Pasien dapat menghentikan obat atau berhenti pergi ke dokter untuk terapi tindak lanjut. Dorongan dan dukungan Anda adalah yang paling penting baginya untuk dapat melanjutkan terapi.
Strategi self-help dengan mengubah gaya hidup juga dapat direkomendasikan untuk memelihara kesejahteraannya secara keseluruhan. Mulai dari pola makan sehat, mengelola stres, berolahraga, berhenti merokok, hingga bergabung dengan kelompok dukungan serupa. Semakin mandiri dirinya dalam menentukan pengobatan penyakitnya, perasaan putus asa dan nelangsa yang menyelimutinya akan semakin terkikis pula. Ini pada akhirnya dapat memudahkan dokter untuk menyesuaikan pengobatannya.

5. Jangan iyakan imajinasinya

Mereka yang berhubungan dekat dengan pasien skizofrenia sering tidak yakin bagaimana caranya merespon ketika pasien membuat pernyataan yang tampaknya aneh atau jelas-jelas salah. Untuk pasien skizofrenia, keyakinan aneh atau halusinasi tampak nyata — bukan hanya imajinasi. Tapi daripada mengiyakan prinsipnya, Anda dan anggota keluarga lain dapat memberi tahu mereka bahwa Anda tidak melihat/mendengar hal-hal tersebut, atau tidak setuju dengan pemikirannya, sementara sambil tetap mengakui apa yang dirasakan pasien. Misalnya, bereaksi seperti “Tidak, aku tidak mendengar itu,” daripada “Ah, itu semua hanya khayalanmu saja!”
Penting untuk tidak menyepelekan kepercayaan atau delusi pasien. Apa yang mereka rasakan adalah nyata bagi diri mereka yang mengalaminya, dan tidak akan ada gunanya untuk berdebat mana yang benar dan salah dengan mereka. Sebaliknya, ubah topik pembicaraan ke hal-hal lain yang Anda berdua sama-sama setujui atau ganti topik yang berbeda sama sekali.

6. Bantu ia hidup mandiri

Selain keterlibatan dalam mencari bantuan, interaksi dengan anggota keluarga lain, teman, dan kelompok sebaya dapat memberikan dukungan dan mendorong pasien untuk meraih kembali hidupnya. Penting untuk memiliki tujuan yang dapat dicapai, misalnya: membuatnya mampu mengambil keputusan secara mandiri atau mengurus kamar tidurnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Daripada melakukan segalanya untuk dirinya, bantu mereka mengembangkan atau mempelajari kembali keterampilan yang akan memungkinkan dirinya mendapatkan kemandirian.
Tapi sama seperti orang lain, orang dengan skizofrenia perlu tahu kapan mereka melakukan hal yang benar. Pasien yang merasa tertekan atau berulang kali dikritik oleh orang lain mungkin akan mengalami stres berat yang dapat menyebabkan memburuknya gejala. Sebuah pendekatan yang positif dapat membantu dan mungkin lebih efektif dalam jangka panjang daripada kritik pedas. Saran ini juga berlaku untuk semua orang yang berinteraksi dengan orang tersebut.

7. Buat catatan perkembangannya

Catatan ini akan banyak berguna bagi Anda dan anggota keluarga lainnya untuk melacak setiap jenis gejala yang muncul, apa obat yang telah digunakan (termasuk dosisnya), dan apa efek dari setiap perawatan. Dengan mengetahui apa saja gejala yang telah hadir sebelumnya, anggota keluarga mungkin akan lebih siap untuk menghadapinya di masa depan.
Keluarga bahkan mungkin dapat mengidentifikasi beberapa “tanda-tanda peringatan dini” dari potensi gejala kambuh, seperti kelelahan ekstrim atau perubahan pola tidur, yang bahkan lebih baik dan lebih awal dari pasien itu sendiri. Dengan demikian, gejala psikosis dapat dideteksi dini dan pengobatan dapat mencegah penyakit kembali mengambil alih dirinya.
Selain itu, dengan mengetahui obat mana yang banyak membantu dan mana yang menyebabkan efek samping merepotkan di masa lalu, keluarga dapat memudahkan dokter untuk menemukan pengobatan terbaik untuk mereka lebih cepat.

Manfaat Komputer di Bidang Kesehatan

Manfaat Komputer di Bidang Kesehatan
Perkembangan dunia kesehatan di era modern telah memanfaatkan komputer untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di dunia kesehatan. Teknologi informasi (dan komunikasi) dengan piranti computer,  saat ini adalah bagian penting dalam manajemen informasi. Di dunia medis, dengan perkembangan pengetahuan yang begitu cepat (kurang lebih 750.000 artikel terbaru di jurnal kedokteran dipublikasikan tiap tahun), dokter akan cepat tertinggal jika tidak memanfaatkan berbagai tool untuk mengudapte perkembangan terbaru. Selain memiliki potensi dalam memfilter data dan mengolah menjadi informasi, komputer mampu menyimpannya dengan jumlah kapasitas jauh lebih banyak dari cara-cara manual. Komputer juga memungkinkan data kesehatan di-share secara mudah dan cepat. Disamping itu, teknologi tersebut memiliki karakteristik perkembangan yang sangat cepat. Setiap dua tahun, akan muncul produk baru dengan kemampuan pengolahan yang dua kali lebih cepat dan kapasitas penyimpanan dua kali lebih besar serta berbagai aplikasi inovatif terbaru. Berikut adalah manfaat computer dalam bidang kesehatan:
a.       Membangun Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR)
Secara luas, untuk menolong komunikasi dan mengatur informasi yang dibutuhkan dari sebuah rumah sakit. SIR dapat diaplikasikan untuk perijinan, catatan medis, akuntansi, kantor, perawatan, laboratorium, radiologi, farmasi, pusat supali, mutrisi/pelayanan makan, personel dan gaji. Jumlah aplikasi-aplikasi lain dapat dimasukkan bagi beberapa bagian/departemen dan untuk beberapa tujuan yang praktikal. Manajer-manajer di Rumah Sakit, juga perawat perlu mengenal komputer, yang mencakup mengenal istilah umum yang digunakan komputer.
b.      Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Keperawatan (SIMK).
Sistem informasi manajemen keperawatan (SIMK) merupakan paket perangkat lunak yang dikembangkan secara khusus untuk divisi pelayanan keperawatan, seperti:
1)      Mengklasifikasikan pasien
2)      Penjadwalan
3)      Catatan personal
4)      Laporan bertahap
5)      Analisa kelompok diagnosa yang berhubungan Pengendalian mutu, dll
c.       Komputer juga dapat membantu pembuatan Sistem Klasifikasi Pasien.
Dengan bantuan alat komputer, dapat membantu dalam menentukan kebutuhan tenaga di ruang rawat, berguna juga untuk memantau klasifikasi klien. Sistem klasifikasi pasien adalah pengelompokan pasien berdasarkan kebutuhan perawatan yang secara klinis dapat diobservasikan oleh perawat.
d.      Sebagai alat bantu untuk Rekam medis berbasis komputer (Computer based patient record).
Komputer di  rumah sakit adalah mambantu dalam penerapan rekam medis medis. Pengertian rekam medis berbasis komputer secara prinsip adalah penggunaan database untuk mencatat semua data medis, demografis serta setiap event dalam manajemen pasien di rumah sakit. Rekam medis berbasis komputer akan menghimpun berbagai data klinis pasien baik yang berasal dari hasil pemeriksaan dokter, digitasi dari alat diagnosisi (EKG, radiologi, dll), konversi hasil pemeriksaan laboratorium maupun interpretasi klinis. Rekam medis berbasis komputer yang lengkap biasanya disertai dengan fasilitas sistem pendukung keputusan (SPK) yang memungkinkan pemberian alert, reminder, bantuan diagnosis maupun terapi agar dokter maupun klinisi dapat mematuhi protokol klinik.
e.       Pengembangan E-health di Rumah Sakit. 
Sebagai contoh, e-Health dapat diterapkan untuk membantu pengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan seperti ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih cepat. Pemberi layanan jasa kesehatan, seperti dokter dan rumah sakit, juga dapat mengembangkan layanan jasa kesehatan berbasis internet.
Secara terapan, manfaat komputer adalah sebagai aplikasi informatika kedokteran meliputi rekam medik elektronik, sistem pendukung keputusan medik, sistem penarikan informasi kedokteran, hingga pemanfaatan internet dan intranet untuk sektor kesehatan, termasuk merangkaikan sistem informasi klinik dengan penelusuran bibliografi berbasis internet. Dengan demikian, komunitas rekam medis akan memiliki wawasan yang luas mengenai prospek teknologi informasi serta mampu menjembatani klinisi (pengguna dan penyedia utama informasi kesehatan) dengan para ahli komputer (informatika) yang bertujuan merancang desain aplikasi dan sistem agar dapat menghasilkan produk aplikasi manajemen informasi kesehatan di rumah sakit yang lebih efektif dan efisien.
Penutup:
Komputer sangat bermanfaat dalam  membantu di dunia kesehatan, mempermudah Dokter dan Perawat dalam memonitor kesehatan pasien. Perkembangan berikutnya, computer dapat meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) komputer, atau yang biasa disebut sebagai e-Health. Pengembangan layanan e-Health akan membantu pihak-pihak penyedia layanan kesehatan termasuk pemerintah untuk mencapai hal tersebut di atas. E-Health akan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk melakukan kolaborasi, pengumpulan dan analisa data kesehatan yang melampaui batasan fisik dan waktu. Peranan komputer dalam mengelola dan melakukan pertukaran data kesehatan melalui internet menjadi sangat vital dalam menyelenggarakan e-Health, karena data kesehatan tidak hanya berupa teks, bahkan bisa merupakan data gambar, suara, dan multimedia lainnya.

Hipotermia

Kunjungi Website Unissula Mengatasi Hipotermia (Kedinginan) Agar Tak Berakibat Fatal Hipotermia adalah penurunan suhu badan secara dra...